Mediasahabat.com-Makassar,-“Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana dan Magister Tahun 2026, Sabtu (19/9/2026).
Sebanyak 182 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 151 lulusan Strata Satu (S1) dan 31 lulusan Magister Manajemen.


Rapat senat terbuka tersebut dibuka oleh Prof. Dr. H. Muh. Nasir Hamzah, SE., MS., yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan di STIM-LPI Makassar.
Dalam sambutannya, Prof. Nasir menyampaikan bahwa prosesi wisuda merupakan momentum penting setelah para mahasiswa melalui berbagai proses dan perjuangan selama menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan putra-putri kita menyelesaikan studinya. Kita juga bersyukur atas dukungan pemerintah melalui berbagai program bantuan pendidikan, termasuk KIP, yang turut membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, hari ini secara formal pihak kampus melepas para wisudawan untuk memasuki tahapan baru dalam kehidupan, baik dalam dunia kerja, dunia usaha maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Bukan berarti hubungan kita dengan almamater terputus. Saudara-saudara tetap menjadi bagian dari keluarga besar STIM-LPI. Jagalah nama baik almamater di mana pun berada,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Indonesia Makassar, Dr. H. Andi Syahrum Makkuradde, SS., SE., M.Si., dalam sambutannya mengingatkan para wisudawan mengenai perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa STIM-LPI Makassar didirikan pada tanggal 12 Juni 1989 dengan nama Akademi Keuangan dan Perbankan Indonesia (AKPI) LPI Ujung Pandang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0369/O/1989. AKPI LPI Ujung Pandang menyelenggarakan program studi D3 Keuangan dan Perbankan. Seiring perkembangannya, AKPI LPI Ujung Pandang berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPI di Ujung Pandang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 0110/O/1991 tanggal 6 Maret 1991, yang saat ini dikenal dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPI (STIM-LPI) Makassar
“Bahwa apa yang Anda raih pada hari ini bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ada proses, perjuangan dan kerja keras yang telah dilalui,” ungkapnya.

Ia berharap para alumni mampu menjaga nama baik almamater serta membuktikan bahwa pendidikan yang diperoleh di STIM-LPI Makassar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sekadar memberikan motivasi kepada adik-adik semua. Jangan pernah mempermalukan almamater. Jadilah alumni yang bisa dibanggakan, karena nama almamater juga melekat pada diri kita,” pesannya.
Menurutnya, gelar akademik bukan merupakan akhir dari proses belajar. Para lulusan justru diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
LLDIKTI IX Dorong Wisudawan Terus
Mengembangkan Kompetensi
Sambutan berikutnya disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), M.Med.Ed.
Dalam arahannya, ia memberikan apresiasi kepada STIM-LPI Makassar dan seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa setelah memperoleh gelar akademik, para lulusan akan menghadapi tantangan baru. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah harus terus dikembangkan dan diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Para lulusan juga diharapkan mampu menjaga integritas serta membawa nama baik perguruan tinggi ketika memasuki dunia profesional maupun ketika memilih jalur kewirausahaan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar H. Munafri Arifuddin, SH., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan STIM-LPI Makassar.
Munafri mengatakan, gelar akademik yang diperoleh hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap kepada seluruh wisudawan agar bisa memberikan manfaat dari ilmu yang telah diterima. Apa yang diperoleh selama berada di kampus harus bisa diterapkan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Munafri, para lulusan juga memiliki ruang yang luas untuk membantu pemerintah dalam pembangunan Kota Makassar.
“Kami berharap ilmu yang dimiliki bisa membantu pemerintah. Masih banyak ruang-ruang yang kosong yang membutuhkan sumber daya manusia, inovasi dan kreativitas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pertumbuhan ekonomi Kota Makassar dapat terus meningkat hingga berada di atas angka 8 persen. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda dan para lulusan perguruan tinggi.
“Kita berharap pertumbuhan Kota Makassar bisa naik di atas 8 persen. Karena itu, kami berharap para wisudawan bisa mengisi ruang-ruang yang kosong dan mengambil bagian dalam pembangunan kota,” tuturnya.
Munafri juga menyampaikan peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai program yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar.
“Kami membuka Makassar Creative Up. Saya berharap anak-anak kita bisa mengambil bagian di dalamnya, menciptakan sesuatu yang baru dan memberikan manfaat,” katanya.
Tiga Wisudawan Terbaik
Dalam prosesi wisuda tersebut, STIM-LPI Makassar juga memberikan penghargaan kepada tiga wisudawan terbaik.
Berdasarkan tampilan penghargaan pada kegiatan wisuda, masing-masing adalah:
1. Nuralisa Yunus, S.M. — Terbaik I
2. Ocha Laura, S.M. — Terbaik II
3. Nuraina, S.M. — Terbaik III
Prosesi wisuda ini menjadi momentum bagi 182 lulusan STIM-LPI Makassar untuk memasuki babak baru setelah menyelesaikan pendidikan akademiknya.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus, para alumni diharapkan mampu berkontribusi di dunia kerja, dunia usaha, pemerintahan maupun lingkungan masyarakat.(an)




