Mediasahabat.com-Maros,-“Sejumlah pemilik lahan yang terdampak pembangunan rel kereta api di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep menggelar rapat koordinasi untuk membahas proses pembebasan lahan sekaligus menyatukan langkah dalam menyampaikan aspirasi mereka.Minggu, 20/9/2026
Pertemuan tersebut digelar di Warkop 837, Ongkoe, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sabtu (20/9/2026).
Salah satu pemilik lahan, Syamsul Bahri, mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas persoalan yang selama ini dihadapi para pemilik lahan. Ia menyebut terdapat sekitar 97 kepala keluarga (KK) yang berkaitan dengan lahan terdampak.

“Pada hari ini kita membahas dulu dan Insyaallah dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi,” kata Syamsul Bahri.
Sementara itu, pemilik lahan lainnya, Jamal, mengatakan persoalan pembebasan lahan tersebut telah berlangsung sejak 2019. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya bersama pemilik lahan lainnya belum menyepakati harga yang ditawarkan.

“Sejak 2019 sampai saat ini kami belum setuju tentang harga.
Olehnya, hari ini kami duduk bersama untuk membahas persoalan ini dan mencari langkah selanjutnya,” ujar Jamal.
Menurut Jamal, pertemuan tersebut penting dilakukan agar para pemilik lahan dapat menyatukan sikap dan menyampaikan aspirasi secara bersama-sama kepada pihak terkait.
Para pemilik lahan berharap proses pembebasan lahan dapat dilakukan dengan memperhatikan hak masyarakat serta adanya kesepakatan yang dapat diterima oleh seluruh pihak.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya para pemilik lahan untuk menentukan langkah bersama terkait proses pembebasan lahan pembangunan rel kereta api yang berada di wilayah Maros dan Pangkep.




