Mediasahabat.com-Makassar,-“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut hendaknya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mengenal, mencintai dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Drs. KH Nurullah, HD., M.Pd. Menurutnya, ada sejumlah berkah yang dapat dipetik setelah momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Pasca Maulid, ada berkah. Ada beberapa catatan yang bisa dijadikan berkah Maulid Nabi,” ujar KH Nurullah.

Ia menjelaskan, berkah pertama adalah semakin mengenal sosok Rasulullah SAW secara lebih dekat. Dengan mengenal sejarah, perjuangan dan akhlak Rasulullah, umat diharapkan semakin memahami keteladanan yang telah diberikan Nabi Muhammad SAW.
“Dengan mengenal Rasulullah SAW lebih dekat, kita akan semakin memahami kemuliaan akhlak dan perjuangan beliau dalam membawa risalah Islam,” jelasnya.
Berkah berikutnya, kata dia, adalah memahami sekaligus mengamalkan risalah yang dibawa Rasulullah SAW. Ajaran Nabi tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari.
Selain perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW, umat juga perlu memperhatikan berbagai keteladanan beliau dalam menghadapi kehidupan. Menurut KH Nurullah, mengikuti Rasulullah berarti berusaha menjadikan beliau sebagai teladan dalam berbagai aspek kehidupan.
“Bukan hanya perkataan dan perbuatannya, tetapi termasuk diamnya juga menjadi pelajaran dan bagian dari keteladanan Rasulullah SAW,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya melestarikan ajaran Rasulullah SAW. Nilai-nilai Islam dan keteladanan Nabi harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak terputus.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan Rasulullah SAW kepada anak-anak. Begitu pula lingkungan pendidikan dan masyarakat harus terus menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Hal yang tidak kalah penting, lanjut KH Nurullah, adalah menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan mengikuti sunnah dan meneladani akhlak beliau.
“Mencintai Rasulullah SAW bisa menjadi jalan untuk meraih Surga Allah SWT,” tuturnya.
Ia kemudian mengingatkan umat agar menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum perubahan diri. Setelah peringatan Maulid berlalu, hendaknya ada peningkatan dalam ibadah, akhlak, kepedulian dan hubungan dengan sesama.
“Jangan sampai Maulid hanya menjadi kegiatan yang kita peringati setiap tahun. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai kecintaan kepada Rasulullah itu kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dengan demikian, berkah Maulid bukan hanya terletak pada meriahnya sebuah peringatan, tetapi pada sejauh mana momentum tersebut mampu mendekatkan umat kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW serta mendorong lahirnya akhlak yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.(an)




