
Mediasahabat.com-Maros, — Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulawesi Selatan terus mendorong penguatan kemitraan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam kegiatan tatap muka rutin Ditbinmas Polda Sulsel yang menghadirkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Sakka Pati, SH., MH. memaparkan materi bertema “Membangun Penguatan Orsosmas/Kommas Mitra Polri Berbasis Abbulo Sibatang.” Materi ini menekankan pentingnya membangun organisasi sosial kemasyarakatan sebagai kekuatan mitra Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Konsep Abbulo Sibatang menjadi pendekatan yang menekankan semangat kebersamaan, persatuan dan saling menopang. Nilai tersebut dinilai relevan untuk membangun hubungan kemitraan yang kuat antara Polri, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat secara luas.
Melalui pendekatan tersebut, Orsosmas/Kommas tidak hanya ditempatkan sebagai objek pembinaan, tetapi didorong menjadi subjek dan mitra aktif Polri dalam menjaga Kamtibmas. Hal ini sejalan dengan konsep Polmas yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menciptakan keamanan.
Kamtibmas Tidak Bisa Ditangani Polri Sendiri
Ditbinmas Polda Sulsel melihat dinamika Kamtibmas saat ini semakin kompleks. Berbagai persoalan seperti konflik antarwarga, kenakalan remaja, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan dapat beririsan dengan persoalan sosial dan ekonomi di tingkat masyarakat.
Selain itu, muncul pula gangguan berbasis digital berupa penyebaran hoaks, penipuan online serta provokasi konflik melalui media sosial. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat ditangani Polri secara sendiri.
Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, dunia usaha, media massa, organisasi pemuda, perempuan serta komunitas lokal.
Dalam konsep kemitraan lintas instansi yang dikembangkan Ditbinmas Polda Sulsel, seluruh unsur tersebut diarahkan untuk membangun satu ekosistem kolaborasi tanpa ego sektoral.
Orsosmas Didorong Menjadi Mitra Strategis
Penguatan Orsosmas/Kommas berbasis Abbulo Sibatang diharapkan dapat memperkuat jaringan komunikasi antara masyarakat dengan aparat keamanan.
Organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi bersama.
Konsep ini sejalan dengan sistem deteksi dini berbasis masyarakat, di mana warga dan komunitas dapat mengenali gejala awal konflik maupun kejahatan dan menyampaikannya melalui mekanisme yang aman. Informasi tersebut kemudian dapat diverifikasi oleh Bhabinkamtibmas bersama FKPM untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya hadir setelah terjadi gangguan Kamtibmas, tetapi ikut berperan dalam mencegah agar gangguan tersebut tidak terjadi.
Bhabinkamtibmas sebagai Penghubung Polri dan Masyarakat
Dalam penguatan kemitraan tersebut, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting sebagai ujung tombak kolaborasi di tingkat masyarakat.
Bhabinkamtibmas berperan sebagai detektor dini, komunikator, mediator dan penggerak.
Keberadaannya di tengah masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi masalah, membangun komunikasi dan memfasilitasi penyelesaian persoalan melalui musyawarah apabila memungkinkan.
Dengan pendekatan tersebut, Bhabinkamtibmas bukan sekadar hadir ketika terjadi masalah, tetapi membangun jejaring sosial untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.
Dari Pembinaan Menuju Pemberdayaan Masyarakat
Penguatan kemitraan juga diarahkan untuk mengubah pola hubungan antara Polri dan masyarakat dari sekadar pembinaan menuju pemberdayaan.
Masyarakat diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk melalui FKPM, Satkamling dan berbagai komunitas sosial.
Pemuda dan mahasiswa dapat dilibatkan dalam kampanye pencegahan hoaks serta penyalahgunaan narkoba. Tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat dapat menjadi bagian dari penyelesaian persoalan sosial, sementara dunia usaha dan UMKM juga memiliki peran dalam menjaga stabilitas kawasan ekonomi.
Semangat tersebut memperkuat gagasan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat kepolisian.
Polri sebagai Katalisator Kemitraan
Dalam paradigma Polmas yang dikembangkan Ditbinmas Polda Sulsel, Polri tidak lagi hanya diposisikan sebagai pelaksana keamanan, tetapi juga sebagai penggerak, fasilitator komunitas, problem solver dan katalisator kemitraan lintas sektor.
Polda Sulsel menjalankan peran tersebut melalui koordinasi lintas instansi, pemetaan kerawanan, pembinaan Polmas, monitoring dan evaluasi serta penguatan kapasitas Bhabinkamtibmas.
Kemitraan tersebut diharapkan mampu menciptakan pola kerja bersama yang lebih terintegrasi antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat.
Kedepankan Musyawarah dan Problem Solving
Dr. Sakka Pati dalam paparannya juga menekankan pentingnya membangun budaya penyelesaian masalah melalui komunikasi dan kebersamaan.
Dalam konsep problem solving, setiap persoalan terlebih dahulu diidentifikasi dan diverifikasi, kemudian dianalisis akar masalahnya sebelum melibatkan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi.
Jika memungkinkan, penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dan mediasi dengan mengedepankan solusi yang adil serta pemulihan hubungan antar pihak. Tahapan tersebut dapat dilanjutkan dengan kesepakatan dan monitoring untuk memastikan tidak muncul persoalan lanjutan.
Pendekatan ini memperkuat pesan bahwa tidak semua persoalan masyarakat harus berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Dengan komunikasi, kepedulian dan kebersamaan, berbagai persoalan dapat dicegah dan diselesaikan sejak dini.
“Abbulo Sibatang” Menjadi Semangat Kebersamaan
Penguatan Orsosmas/Kommas berbasis Abbulo Sibatang pada akhirnya diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa keamanan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, media dan komunitas memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.
Melalui kemitraan yang kuat, komunikasi yang terbuka dan semangat kebersamaan, diharapkan terbentuk sistem deteksi dini dan penyelesaian masalah yang semakin efektif di tingkat masyarakat.
Semangat Abbulo Sibatang menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan: bersatu dalam menjaga keamanan, bersama menyelesaikan persoalan, dan bergandengan tangan mewujudkan Sulawesi Selatan yang aman, tertib dan kondusif.(an)



