
Makassar,Mediasahabat.com | Sebuah buku mungkin hanya tampak sebagai benda sederhana. Namun, bagi seorang murid yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan, buku dapat menjadi jendela untuk mengenal dunia, memperluas pengetahuan, menumbuhkan imajinasi, sekaligus membuka jalan menuju cita-cita.
Semangat tersebut hadir dalam Program Sahabat Dafi Berbagi, sebuah gerakan kepedulian sosial yang kembali diwujudkan oleh SIT Darul Fikri Makassar bersama Dafi Peduli Makassar.
Melalui program tersebut, kepedulian terhadap dunia pendidikan diwujudkan dalam bentuk penyaluran buku-buku layak pakai kepada murid yang membutuhkan.
Dalam kegiatan kali ini, SIT Darul Fikri Makassar melalui OSIS SMPIT Darul Fikri Makassar bersama Dafi Peduli Makassar menyalurkan sejumlah buku layak pakai kepada murid-murid kurang mampu di SIT Khalifah Cendekia Mandiri, Moncongloe, Kabupaten Maros.
Penyaluran buku tersebut dilaksanakan pada Ahad, 9 Agustus 2026.
Buku-buku yang disalurkan merupakan buku yang masih dalam kondisi layak digunakan dan memiliki nilai manfaat untuk mendukung proses belajar para murid. Kehadiran buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan tambahan sekaligus membantu meningkatkan wawasan dan minat membaca.
Program Sahabat Dafi Berbagi juga menjadi bentuk kepedulian sekaligus ajakan untuk memanfaatkan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.
Sebuah buku yang sudah selesai digunakan oleh pemilik sebelumnya tidak berarti kehilangan manfaat. Buku tersebut masih dapat dibaca dan memberikan pengetahuan kepada orang lain.
Dengan semangat tersebut, kegiatan berbagi tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa sesuatu yang sederhana dapat memberikan dampak positif apabila disalurkan kepada orang yang tepat.
Bagi SIT Darul Fikri Makassar, kegiatan berbagi merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Para peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran melalui kegiatan akademik, tetapi juga diberikan ruang untuk memahami pentingnya kepedulian sosial.
Keterlibatan OSIS SMPIT Darul Fikri Makassar dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.
Mereka belajar untuk berkolaborasi, berkomunikasi, bekerja bersama, serta memahami bahwa pendidikan juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat secara langsung bahwa masih terdapat murid yang membutuhkan dukungan, termasuk dalam hal memperoleh bahan bacaan yang dapat menunjang proses belajar.
Melalui pengalaman tersebut, nilai-nilai seperti empati, kepedulian, gotong royong, dan berbagi diharapkan dapat tumbuh dalam diri para peserta didik.
Gerakan berbagi buku juga memiliki arti penting dalam mendukung budaya literasi. Buku dapat menjadi salah satu sumber pengetahuan yang membantu murid mengenal berbagai hal di luar lingkungan mereka.
Dengan membaca, seorang murid dapat memperoleh informasi baru, mengenal berbagai sudut pandang, mengembangkan imajinasi, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir.
Karena itu, penyaluran buku layak pakai bukan sekadar memberikan barang, tetapi juga memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh pengalaman belajar melalui bahan bacaan.
Kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi positif dari Ketua Yayasan Khalifah Cendekia Mandiri, Muh. Jamil, S.E., M.Si.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kepedulian yang dibangun melalui program berbagi, khususnya dalam membantu murid-murid yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh bahan bacaan.
Dukungan dari pihak yayasan juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi siswa, dan komunitas sosial dapat menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penyaluran buku tersebut turut dihadiri oleh Mohamad Khaidir, S.E., selaku Ketua Dafi Peduli; Muh. Ilham, S.H., dari Tim Dafi Peduli; Nadhirah Fitri Humairah, Ketua OSIS Terpilih 2026/2027; serta Andi Ariqah, murid SMPIT Darul Fikri Makassar.
Kehadiran para perwakilan tersebut turut memperlihatkan adanya sinergi antara SIT Darul Fikri Makassar, Dafi Peduli Makassar, dan SIT Khalifah Cendekia Mandiri dalam menjalankan semangat berbagi di bidang pendidikan.
Bagi para murid penerima manfaat, buku-buku tersebut diharapkan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Buku yang diterima bukan hanya menjadi tambahan koleksi bacaan, tetapi juga dapat menjadi teman belajar dan sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam keseharian.
Sementara bagi para siswa yang terlibat sebagai bagian dari kegiatan, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pembelajaran sosial yang dapat mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Sahabat Dafi Berbagi memperlihatkan bahwa kegiatan sosial tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian dapat dimulai dari lingkungan sekolah, dari barang yang masih layak digunakan, kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Semangat tersebut juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk tidak mudah menganggap barang yang sudah selesai digunakan sebagai sesuatu yang tidak berguna.
Selama masih memiliki manfaat, barang tersebut dapat menjadi sesuatu yang berharga bagi orang lain.
Dalam konteks buku, manfaat tersebut bahkan dapat terus berlanjut dari satu pembaca kepada pembaca lainnya.
Sebuah buku yang telah selesai dibaca oleh seorang siswa dapat menjadi bacaan baru bagi siswa lainnya. Pengetahuan yang tersimpan di dalamnya dapat kembali dipelajari, dipahami, dan dikembangkan.
Dengan demikian, kegiatan Sahabat Dafi Berbagi tidak hanya memindahkan buku dari satu tempat ke tempat lainnya. Program tersebut turut memindahkan manfaat, pengetahuan, dan semangat kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Lebih dari sekadar menyalurkan buku, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana.
Ketika sekolah mengajarkan siswa untuk berbagi, ketika organisasi siswa mengambil bagian dalam kegiatan sosial, dan ketika masyarakat bersama-sama memberikan dukungan, maka akan tumbuh lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.
Program tersebut juga menjadi gambaran bahwa pendidikan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
Anak-anak tidak hanya membutuhkan ruang untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendorong mereka untuk mengenal nilai-nilai kemanusiaan, berbagi, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Sahabat Dafi Berbagi hadir dengan pesan sederhana bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam menciptakan perubahan.
Tidak harus menunggu memiliki sesuatu yang besar. Sebuah buku yang masih layak pakai, ketika diberikan kepada orang yang membutuhkan, dapat menjadi awal dari sebuah manfaat yang panjang.
Dari sebuah buku, lahir kesempatan untuk belajar.
Dari sebuah kepedulian, tumbuh harapan.
Dan dari semangat berbagi, hadir langkah kecil untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, peduli, dan penuh manfaat bagi sesama.
Program Sahabat Dafi Berbagi diharapkan dapat terus menjadi bagian dari gerakan positif yang menumbuhkan budaya berbagi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pendidikan.
Sebab, ketika sebuah buku berpindah tangan, bukan hanya benda yang berpindah, tetapi juga kesempatan untuk membaca, belajar, bermimpi, dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih besar.



