
Mediasahabat.com-Makassar,– Menindaklanjuti arahan Camat Biringkanaya, Maharuddin, S.Sos., M.M., Pemerintah Kelurahan Berua bergerak cepat menangani seorang warga terlantar yang ditemukan meninggal dunia di wilayah Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Jumat (17/7/2026).

Penanganan tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Berua, Andi Surianti, S.E., M.M., bersama Kasi Trantib Kecamatan Biringkanaya, Adi Muliadi , personel Satpol PP BKO Kecamatan Biringkanaya, Bhabinkamtibmas, serta Ketua RT/RW setempat.
Korban diketahui bernama Jumadi Dg. Sere, seorang warga yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga yang tinggal bersamanya.
Pemerintah setempat sebelumnya telah beberapa kali memberikan perhatian dengan melakukan kunjungan bersama pihak Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Ketua RT/RW, dan warga sekitar untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
Namun, saat itu almarhum menolak menjalani pemeriksaan kesehatan maupun dirujuk ke rumah sakit meskipun telah diberikan edukasi dan pendekatan secara persuasif oleh petugas.
Setelah ditemukan meninggal dunia, Pemerintah Kelurahan Berua bersama seluruh unsur terkait segera melakukan penanganan sesuai prosedur, termasuk berkoordinasi dengan aparat dan pihak keluarga yang berada di Kabupaten Jeneponto.

Lurah Berua, Andi Surianti, mengatakan bahwa hingga saat ini pemerintah masih menunggu konfirmasi dan kedatangan pihak keluarga untuk proses pemakaman. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada keluarga yang datang, maka Pemerintah Kecamatan Biringkanaya bersama Pemerintah Kelurahan Berua akan mengambil alih proses pemakaman sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan kepada warga yang terlantar.
Camat Biringkanaya, Maharuddin, mengapresiasi sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, hingga RT/RW dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah Kecamatan Biringkanaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus saling memperhatikan kondisi warga di lingkungan masing-masing, khususnya mereka yang hidup sendiri, lanjut usia, atau membutuhkan bantuan, agar dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.(**)



