Mediasahabat.com-Makassar,–” Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Andi Timo Pangerang, mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus membangun ketahanan finansial dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.Selasa, 20/10/2026
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan LPS Live Series LPS 2026 bertema “From Financial Literacy to Financial Resilience: Dari UNHAS, untuk Generasi Masa Depan.” Kegiatan ini mengangkat pentingnya pemahaman dan pengelolaan keuangan secara bijak sebagai bekal bagi generasi muda dalam merencanakan masa depan.
Dalam pemaparannya, Andi Timo Pangerang menekankan bahwa literasi keuangan tidak cukup hanya dengan memahami istilah atau produk keuangan. Pengetahuan tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan mengatur pengeluaran, menabung, merencanakan kebutuhan, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.

Menurut materi presentasi yang ditampilkan, perjalanan hidup tidak selalu berjalan lurus. Perubahan dapat terjadi dalam berbagai fase, mulai dari masa perkuliahan, memasuki dunia profesional, menghadapi dinamika kebijakan publik, hingga menjalani berbagai tantangan kehidupan.
Kondisi tersebut menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan secara tepat, termasuk dalam mengelola keuangan pribadi.
Bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin dan tenaga profesional masa depan, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan pengeluaran, serta mempersiapkan dana untuk menghadapi situasi tidak terduga merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan finansial.
Selain itu, perkembangan teknologi digital turut menghadirkan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Edukasi keuangan juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, regulator, dan lembaga keuangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Melalui kegiatan bertema From Financial Literacy to Financial Resilience, generasi muda diajak memahami bahwa ketahanan finansial tidak terbentuk secara instan. Hal itu membutuhkan pengetahuan, kedisiplinan, perencanaan yang matang, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi ekonomi.
Dari UNHAS untuk generasi masa depan, literasi keuangan diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai individu yang mandiri, cerdas dalam mengambil keputusan, dan tangguh menghadapi tantangan finansial.
Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan bukan sekadar tentang memahami cara mengelola uang, tetapi juga tentang membangun kesiapan menghadapi perubahan dan menciptakan masa depan yang lebih stabil.(an)




