Mediasahabat.com-Makassar,-“ Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan Perumahan Telkomas, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, menyisakan kisah yang mengundang perhatian dan menjadi renungan bagi warga. Di tengah kobaran api yang menghanguskan bagian rumah, sebuah kitab suci Al-Qur’an disebut ditemukan dalam kondisi masih utuh dan tidak terbakar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WITA di Jalan Radio 1 Nomor 10, RT 02/RW 01, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Rumah yang terdampak kebakaran diketahui milik Mansur Hamzah (72), seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beragama Islam.

Dari foto yang beredar, terlihat sebuah Al-Qur’an berada dalam kondisi relatif utuh, meskipun lingkungan di sekitarnya terdampak kebakaran. Temuan tersebut sontak menjadi perhatian warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Bagi sebagian masyarakat, peristiwa ini dimaknai sebagai pengingat akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Di tengah musibah yang menimpa, keberadaan Al-Qur’an yang tetap utuh menghadirkan renungan tersendiri tentang keimanan dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan.
Namun demikian, kondisi sebuah benda yang tetap utuh setelah kebakaran juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor fisik, seperti posisi benda, material di sekitarnya, serta pola penyebaran panas dan api. Karena itu, makna keagamaan yang muncul dari peristiwa tersebut merupakan refleksi keyakinan masyarakat, bukan kesimpulan ilmiah mengenai penyebab benda tersebut tidak terbakar.
Diduga Berawal dari Aktivitas Pengasapan Sarang Tawon
Berdasarkan informasi awal, kebakaran tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengasapan sarang tawon di rumah korban. Api kemudian muncul dan memicu kebakaran yang mengundang perhatian warga sekitar.
Warga berupaya membantu mengamankan situasi di lokasi kejadian agar dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang melibatkan api, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk.

Musibah Menjadi Pengingat untuk Selalu Waspada
Bagi warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, ditemukannya Al-Qur’an dalam kondisi relatif utuh menjadi salah satu bagian paling menarik perhatian dari musibah kebakaran itu.
Kisah tersebut kemudian menjadi bahan renungan tentang kebesaran Allah SWT sekaligus mengingatkan bahwa setiap musibah hendaknya dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan kepasrahan kepada-Nya.
“Sesungguhnya segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.”
Di balik peristiwa yang menyisakan duka dan kerugian, terselip pesan agar manusia senantiasa menjaga keselamatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta tidak melupakan nilai-nilai keimanan dalam menjalani kehidupan.
Semoga korban dan keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.. (An)




