Mediasahabat.com-”
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, takwa merupakan bekal terbaik bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT,
Pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama memahami fenomena cobaan Allah SWT dalam kehidupan kita.
Kehidupan manusia di dunia ini tidak pernah terlepas dari dua keadaan, yaitu keadaan yang menyenangkan dan keadaan yang tidak menyenangkan; keadaan baik dan keadaan yang kita anggap buruk.
Keduanya merupakan bagian dari ujian dan cobaan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak semua yang kita anggap buruk benar-benar buruk di sisi Allah SWT. Demikian pula, tidak semua yang kita anggap baik pasti membawa kebaikan bagi kehidupan kita.
Manusia hanya melihat apa yang ada di depan mata. Sementara Allah SWT mengetahui apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi.
Karena itu, terkadang sesuatu yang menurut kita merupakan musibah, justru menjadi jalan datangnya kebaikan. Sebaliknya, sesuatu yang menurut kita menyenangkan, belum tentu membawa keselamatan dan keberkahan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kehidupan ini ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ada senang dan susah, ada sehat dan sakit, ada lapang dan sempit, ada keberhasilan dan kegagalan.
Demikian pula pergantian siang dan malam. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, tetapi saling melengkapi dan menjadi tanda kebesaran Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.”
(QS. Al-Anbiya: 35)
Artinya, jangan kita mengira bahwa hanya kesulitan yang merupakan cobaan.
Kekayaan adalah cobaan. Kemiskinan juga cobaan. Jabatan adalah cobaan. Tidak memiliki jabatan juga cobaan. Kesehatan adalah cobaan. Sakit pun merupakan cobaan.
Bahkan ketika seseorang mendapatkan apa yang diinginkannya, ia sedang diuji: apakah ia bersyukur?
Dan ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diinginkannya, ia juga diuji: apakah ia mampu bersabar?
Hadirin yang dirahmati Allah,
Oleh karena itu, kondisi kehidupan yang kita alami tidak perlu selalu dipersoalkan dengan keluhan yang berlebihan.
Tinggi-rendahnya ujian, besar-kecilnya persoalan, semuanya berada dalam pengetahuan dan ketentuan Allah SWT. Jika sebuah ujian telah ditetapkan untuk kita, maka kita harus menjalaninya dengan sabar, ikhtiar, doa, dan tawakal.
Bukan berarti kita pasrah tanpa usaha. Tetapi kita berusaha sekuat tenaga, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar seorang mukmin senantiasa berada dalam keadaan yang baik ketika menghadapi berbagai keadaan. Ketika memperoleh kesenangan, ia bersyukur. Ketika mendapatkan kesulitan, ia bersabar.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, salah satu kalimat zikir yang sangat penting untuk kita biasakan adalah:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
“Lā haula wa lā quwwata illā billāh.”
Artinya:
“Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT.”
Kalimat ini mengingatkan kita bahwa manusia memiliki keterbatasan. Kita boleh berusaha, bekerja, merencanakan dan berikhtiar, tetapi pada akhirnya semua kekuatan dan kemampuan kita bersumber dari Allah SWT.
Dalam tradisi keilmuan Islam, termasuk amalan yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali, zikir “Lā haula wa lā quwwata illā billāh” dianjurkan untuk memperkuat kesadaran hati bahwa segala daya dan kekuatan pada hakikatnya berasal dari Allah SWT.
Maka, ketika menghadapi persoalan hidup, jangan mudah berputus asa.
Ketika usaha belum berhasil, jangan berhenti berdoa.
Ketika mendapatkan cobaan, jangan kehilangan kesabaran.
Ketika mendapatkan nikmat, jangan lupa bersyukur.
Dan ketika mendapatkan keberhasilan, jangan lupa bahwa semua itu terjadi atas izin Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan untuk menghadapi setiap ujian, kesabaran ketika menghadapi kesulitan, dan rasa syukur ketika menerima nikmat.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita kembali mengingat bahwa hidup ini adalah ujian. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari cobaan.
Karena itu, jangan hanya meminta kepada Allah kehidupan tanpa masalah. Tetapi mintalah kepada Allah hati yang kuat menghadapi masalah, kesabaran menghadapi cobaan, dan kemampuan mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita keteguhan iman, kesabaran, kesehatan, keberkahan rezeki, serta kekuatan untuk menjalani setiap ketentuan-Nya.
Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa:
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا ثَابِتًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَصَبْرًا عَلَى الْبَلَاءِ، وَشُكْرًا عَلَى النَّعْمَاءِ.
اللّٰهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.




