Mediasahabat.com-Makassar,”Mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat musim kemarau, Perumda Air Minum Kota Makassar mulai memperkuat berbagai strategi pelayanan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Dr. H. Andi Syahrum Makkuradde, di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Dr Ratulangi, Rabu (3/6/2026).
Rapat yang dihadiri Plt Direktur Keuangan Wirda Fauzah Madjid bersama jajaran pejabat struktural tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari keterbatasan debit air baku, peningkatan kebutuhan pelanggan, hingga langkah teknis untuk memperkuat distribusi air di wilayah yang selama ini masih mengalami gangguan pasokan.
Dalam arahannya, Andi Syahrum menegaskan pentingnya percepatan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 sebagai landasan menghadapi tantangan pelayanan air bersih di masa mendatang.
“RKAP 2027 harus disusun secara komprehensif dan melibatkan seluruh bagian terkait agar program yang direncanakan benar-benar mampu menjawab persoalan pelayanan di lapangan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara direksi, kepala bagian, dan kepala wilayah pelayanan dalam merespons setiap keluhan pelanggan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, laporan dari wilayah menjadi dasar utama dalam menentukan langkah penanganan yang efektif sehingga seluruh permasalahan dapat diselesaikan sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air, Wahidin, memaparkan sejumlah program teknis yang tengah dijalankan untuk meningkatkan kapasitas distribusi air, khususnya di daerah yang selama ini mengalami defisit pasokan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengaturan ulang jaringan distribusi pada sistem pelayanan IPA 4 Maccini Sombala. Saat ini jalur tersebut masih mengalami kekurangan sekitar 20 liter per detik sehingga diperlukan optimalisasi jaringan.
Perumda Air Minum Kota Makassar berencana mengalihkan sebagian aliran dari jalur utara menuju jalur CPI guna meningkatkan serapan air dan memperkuat suplai ke kawasan utara kota.
“Target kami meningkatkan debit distribusi hingga mencapai 400 liter per detik. Saat ini masih berada pada kisaran 380 liter per detik sehingga perlu dilakukan optimalisasi jaringan distribusi,” ujar Wahidin.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan di kawasan Maccini Sombala sekaligus menambah pasokan air ke sejumlah wilayah yang selama ini mengalami tekanan air rendah.
Wahidin juga menjelaskan bahwa persoalan distribusi di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah disebabkan masih terbatasnya debit air yang masuk ke sistem distribusi. Kebutuhan air di dua kecamatan tersebut mencapai 120 hingga 150 liter per detik, sementara pasokan yang tersedia saat ini hanya sekitar 75 liter per detik.
Padahal, kedua wilayah tersebut melayani sekitar 11 ribu pelanggan yang bergantung pada pasokan dari jalur distribusi Panakkukang dan Reservoir Booster Paotere.
Selain persoalan distribusi, rapat juga menyoroti kondisi sumber air baku yang berasal dari Bendung Lekopancing. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain kebocoran saluran, sedimentasi, hingga praktik pengambilan air secara ilegal yang berpotensi mengurangi pasokan menuju instalasi pengolahan air.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Andi Syahrum meminta seluruh bagian terkait membentuk tim terpadu untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi sumber air baku maupun jaringan distribusi yang menjadi titik krusial pelayanan.
“Kita fokus mencari solusi. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan persoalan-persoalan yang ada bisa ditangani secara bersama-sama,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, Perumda Air Minum Kota Makassar juga menyiapkan armada mobil tangki untuk melayani pelanggan yang terdampak krisis air di sejumlah wilayah.
Menurut Andi Syahrum, penyediaan mobil tangki merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses penanganan dan normalisasi distribusi berlangsung.
“Kami tidak hanya fokus pada perbaikan sistem dan peningkatan debit air, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak tetap mendapatkan akses air bersih melalui distribusi mobil tangki. Ini menjadi langkah antisipasi agar kebutuhan pelanggan tetap terlayani,” jelasnya.
Ia menambahkan, layanan mobil tangki menjadi bagian dari strategi mitigasi perusahaan dalam menghadapi potensi krisis air akibat keterbatasan debit air baku, gangguan teknis distribusi, maupun dampak musim kemarau.
“Mobil tangki akan kami siagakan untuk membantu pelanggan yang terdampak. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya peningkatan distribusi, perbaikan jaringan, dan optimalisasi sumber air baku sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” pungkas Andi Syahrum.(**)


