Mediasahabat.com-Makassar,-“Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (17/2/2026). Sidang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Sidang Isbat ini bertujuan untuk menetapkan secara resmi awal bulan suci Ramadhan bagi umat Islam di Indonesia, sebagai dasar pelaksanaan ibadah puasa secara serentak dan tertib.
Tiga Tahapan Sidang Isbat
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokh Mad, menjelaskan bahwa Sidang Isbat dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni:
Pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab).
Verifikasi hasil rukyat dari 96 titik pemantauan hilal yang tersebar di seluruh Indonesia.
Musyawarah dan pengambilan keputusan untuk menetapkan awal Ramadhan.
Metode yang digunakan mengintegrasikan hisab dan rukyat sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004. Tahun ini, Kemenag juga menyiapkan Peraturan Menteri Agama sebagai dasar hukum pelaksanaan Sidang Isbat agar memiliki pijakan regulasi yang lebih kuat.
Dihadiri Berbagai Unsur
Sidang Isbat dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, kedutaan besar negara-negara sahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ahli falak, anggota DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, serta lembaga-lembaga terkait lainnya seperti BIG, BRIN, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, dan pondok pesantren.
Pengumuman Hasil
Hasil akhir penetapan awal Ramadhan 1447 H akan diumumkan secara resmi pada Selasa (17/2/2026) pukul 19.05 WIB, 20.05 WITA, dan 21.05 WIT melalui konferensi pers Kemenag RI.
Melalui Sidang Isbat ini, pemerintah berharap umat Islam di Indonesia dapat menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh khidmat, persatuan, serta semangat kebersamaan. 🌙🤲


