
Mediasahabat.com-Makassar,-“Kegiatan Jelajah Sampah yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kecamatan Biringkanaya, Sabtu (15/8/2026), berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai inovasi dan kreativitas masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut dihadiri langsung Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa, yang turut melihat berbagai potensi dan inovasi warga dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Salah satu stand yang menarik perhatian adalah stand Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, yang menampilkan konsep Kampung Herbal Harmony di RT 009/RW 006.
Kampung Herbal Harmony mengusung konsep kawasan permukiman sehat, hijau dan produktif dengan mengintegrasikan tanaman herbal, zero waste dan urban farming sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang berkelanjutan.
Berbagai produk herbal dan hasil kreativitas warga turut diperkenalkan. Tidak hanya tanaman obat keluarga, stand tersebut juga menampilkan olahan herbal serta berbagai inovasi yang berkaitan dengan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam konsep Kampung Herbal Harmony terdapat sejumlah pilar program, di antaranya budidaya dan pemanfaatan tanaman obat keluarga, edukasi dan kesehatan, pengelolaan sampah dan daur ulang, urban farming, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Berbagai fasilitas pendukung juga diperkenalkan, seperti etalase obat, pojok jamu, rumah bibit, urban farming, zona edukasi, tabungan sampah botol, ember tumpuk hingga budidaya maggot.
Lurah Berua Andi Surianti, S.E., M.M., mengatakan, kehadiran stand Kampung Herbal Harmony dalam Jelajah Sampah menjadi kesempatan bagi Kelurahan Berua untuk memperkenalkan berbagai potensi dan inovasi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang bagaimana kita mengurangi sampah, tetapi juga bagaimana potensi yang ada di lingkungan masyarakat bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Andi Surianti.
Menurutnya, konsep Kampung Herbal Harmony terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Tanaman obat keluarga, pengolahan herbal, pemilahan dan pemanfaatan sampah hingga urban farming menjadi bagian yang saling mendukung untuk menciptakan kawasan permukiman yang sehat dan produktif.
“Kami berharap Kampung Herbal Harmony dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat lainnya. Lingkungan yang bersih, sehat dan hijau bisa dibangun mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan kawasan tempat tinggal kita sendiri,” tambahnya.
Andi Surianti juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Jelajah Sampah yang digagas DLH Kota Makassar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbagi inovasi sekaligus memperlihatkan berbagai gerakan lingkungan yang telah dilakukan di tingkat kelurahan.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai inovasi seperti Kampung Herbal Harmony dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Kehadiran Kampung Herbal Harmony Kelurahan Berua menjadi salah satu gambaran bahwa gerakan lingkungan tidak hanya berbicara tentang persoalan sampah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi gerakan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi kreatif.
Melalui Jelajah Sampah, semangat menjaga lingkungan diharapkan terus tumbuh dari tingkat masyarakat, dimulai dari lingkungan terkecil hingga menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kota Makassar yang bersih, sehat, hijau dan berkelanjutan.(an)



