Mediasahabat.com-Makassar,-“ Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM-LPI) Makassar menggelar Yudisium dan Malam Ramah Tamah Wisudawan Tahun 2026 di Hotel Dalton Makassar.
Mengusung tema “Satu Malam, 1.000 Cita”, kegiatan ini menjadi momentum akademik sekaligus ruang kebersamaan menjelang pelaksanaan wisuda.


Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi yudisium sebagai penanda bahwa mahasiswa telah menyelesaikan tahapan akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah itu, suasana berlanjut dalam Malam Ramah Tamah yang menghadirkan pimpinan perguruan tinggi, yayasan, dosen, tenaga kependidikan, dan para wisudawan dalam nuansa hangat dan kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Ketua STIM-LPI Makassar, Prof. Dr. H. Muhammad Nasir, S.E., M.S., menekankan bahwa ramah tamah bukan sekadar acara hiburan, tetapi menjadi ruang untuk mensyukuri perjalanan akademik, mempererat silaturahmi, serta memperkuat hubungan antara lulusan dan almamater.
Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, tanggung jawab, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.
Ia berharap para lulusan tetap menjaga ikatan dengan STIM-LPI Makassar setelah resmi menjadi alumni, serta membawa nilai integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam kehidupan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dr. Andi Nuryadin, S.E., M.Si. dari Yayasan LPI-MR memaknai malam ramah tamah sebagai bentuk penghargaan terhadap proses panjang yang telah dilalui mahasiswa.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan keluarga, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur institusi. Karena itu, momen tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap almamater dan menjaga hubungan kekeluargaan setelah kelulusan.
Wakil Ketua II STIM-LPI Makassar, Dr. Azhary Ismail, S.E., M.Si., turut menyoroti pentingnya ramah tamah sebagai momentum membangun kebersamaan dan rasa saling menghargai. Ia menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kegiatan di ruang kuliah, tetapi juga oleh pengalaman berorganisasi, berinteraksi, berproses, dan belajar bertanggung jawab.
Menurutnya, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika para lulusan memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Ramah tamah ini menjadi jembatan antara masa studi dan perjalanan baru sebagai alumni. Kami berharap kebersamaan yang terbangun selama di kampus tetap terjaga, sekaligus menjadi energi bagi para lulusan untuk terus berkembang, berkarya, dan menjaga nama baik almamater,” ujarnya.
Suasana malam semakin berkesan melalui pemutaran video kenangan selama masa perkuliahan yang menghadirkan kembali berbagai aktivitas akademik, organisasi kemahasiswaan, persahabatan, serta kebersamaan mahasiswa. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan tarian dan persembahan lagu, serta penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan wisudawan Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2).
Pada kesempatan yang sama, STIM-LPI Makassar memberikan penghargaan kepada para Ketua Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi mereka dalam kehidupan kemahasiswaan di kampus.
Tema “Satu Malam, 1.000 Cita” menggambarkan bahwa satu malam kebersamaan menyimpan banyak harapan untuk masa depan. Melalui kegiatan ini, STIM-LPI Makassar berharap para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga membawa ilmu, integritas, pengalaman, kepemimpinan, serta semangat untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Satu malam untuk mengenang perjalanan, seribu cita untuk menatap masa depan.”




