
Mediasahabat.com-Makassar, -“Komunitas Mualaf terus menunjukkan eksistensinya dalam mempertahankan kebersamaan sekaligus membangun kemandirian ekonomi para anggotanya. Salah satunya melalui pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang melibatkan kelompok binaan dari Al-Markaz dan Masjid Jannatul Firdaus Telkomas.
Kedua kelompok tersebut merupakan bagian dari binaan Muhammadiyah yang secara konsisten melakukan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di bawah koordinasi Ustaz Tauhid, komunitas mualaf terus mendapatkan pendampingan dan ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kegiatan kami di Cafe Nyerumput, Cafe Riolo hari ini sangat berkah. Selain dapat bersilaturahmi, kami juga memperkenalkan produk binaan yang dikelola secara berkelompok. Mulai dari petani mualaf hingga proses marketing, semuanya melibatkan mualaf yang kami bina,” ujar Ustaz Tauhid.
Menurutnya, pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi anggota, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kepercayaan diri para mualaf untuk terus berkembang dan mandiri.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda Jumat Berkah tersebut mempertemukan masyarakat dari Makassar dan Gowa. Selain menjadi momentum silaturahmi, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan dan mendukung produk UMKM komunitas mualaf.
Sementara itu, Owner Cafe Harun Ar Rasid menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan implementasi dari niat kebaikan yang rutin kami adakan setiap Jumat.
Kebetulan di bulan Agustus ini juga ada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga kegiatan kami setting sebagai momen berbagi berkah sekaligus memberikan support terhadap UMKM komunitas mualaf,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat, pelaku UMKM, komunitas keagamaan, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat.
Semangat yang dibangun komunitas mualaf ini menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Dari silaturahmi lahir kolaborasi, dari pembinaan tumbuh kemandirian, dan dari UMKM muncul harapan baru bagi para mualaf untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Endhy)



